Rabu, 13 Februari 2013

Menjadi Remaja Gaul

Diposkan oleh Indah Pratiwi di Rabu, Februari 13, 2013
Reaksi: 
Ini dia adalah cerpenku yang aku lombakan dalam rangka lomba bikin cerpen di SMA NEGERI 1 Genteng- Banyuwangi .. Ini dia ceritanya


Nama              : Indah Pratiwi.
Sekolah           : SMP Negeri 1 Genteng.
Tema              : Remaja dan Budaya Kebebasan.
Judul              : Menjadi Remaja Gaul yang Sebenarnya.


            Pagi hari ini Rira berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki sendirian. Padahal biasanya, Rira berangkat sekolah bersama dengan teman sebangkunya yang bernama Mega. Ia sudah berteman lama dengan Rira sejak masih TK. Saat tengah asyik berjalan, tiba-tiba dari arah belakang Rira terdengar bunyi sepeda motor melintas. Karena penasaran akhirnya Rira menghadap ke belakang. Ternyata orang yang naik sepeda motor itu ialah Mega. Ia baru saja dibelikan sepeda motor oleh orangtuanya. Karena kasihan melihat Rira berjalan sendirian, akhirnya Mega mengajaknya pergi ke sekolah bersama. “ Ayo Ra kita berangkat bersama pakai sepeda motorku yang baru lo.” Seru Mega kepada Rira. “ Gak deh, aku jalan kaki aja.” Jawab Rira dengan pelan. “ Udah deh Ra. Kenapa kamu takut ya? Gak bakal terjadi apa-apa kok, tenang aja aku udah mahir naik sepeda motor.” Kata Mega sambil meyakinkan Rira. “ Tapi kamu kan belum punya SIM. Nanti malah kena tilang Pak polisi di jalan.” Jawab Rira. “ Ya udah begini aja, kamu mau ikut aku apa gak? Liat sekarang udah jam berapa nanti malah kamu telat masuk sekolah.” Kata Mega meyakinkan Rira sekali lagi. “ Iya deh aku bareng kamu.” Jawab Rira. Akhirnya mereka berangkat ke sekolah bersama. Hari ini adalah hari pertama mereka pergi ke sekolah dengan menaiki sepeda motor sendiri. Terlihat dari raut wajah mereka yang begitu senang. Seperti anak yang tidak berdosa saat melanggar peraturan yang ada, yaitu menaiki sepeda motor sebelum berumur 16 tahun.
            Lima menit kemudian mereka sudah tiba di sekolah. Tidak terasa bel jam pertama pelajaran sudah berbunyi. Tanpa lama mereka langsung berjalan ke kelas. Sambil bercerita-cerita tentang kartun favorit mereka, tiba-tiba Mega mengajak Rira untuk bobol sekolah pas waktu jam istirahat. Dengan lantang Rira menolak ajakan Mega. “ Mega kamu itu udah gila kali ya? Mau bobol sekolah, nanti kan ada ulangan IPS. Masa’ kita gak ikut ulangan sih?” Kata Rira. “ Haduh hari ini masih mikirin ulangan? Ulangan IPS lagi. Gak apapa kok, kita kan bisa ikut ulangan susulan. Aku mau ngajak kamu ke tempat yang seru, pasti kamu bakalan suka. Apalagi kan aku sudah punya sepeda motor. Pasti kita kalau mau kemana-mana jadi gampang.” Jawab Mega dengan enteng.” Tapi sepeda motor itu jangan dipakai untuk perbuatan yang negatif  kaya’ bobol sekolah dong! Itu kan perbuatan yang tidak terpuji Mega.” Kata Rira dengan lantang. “Rira aku janji deh gak bakalan terjadi apa-apa kok pada diri kita. Kalau sampai itu terjadi, maka aku yang akan nanggung semuanya deh. Rira kamu ikutan ya, pasti di jamin seru. Kamu kan temanku yang paling baik deh!” Kata Mega sambil merayu Rira.” Hem, ya udah deh aku ikut. Awas lo nanti kalau ada apa-apa ya!” Kata Rira kepada Mega.” Oke deh. Pokonya habis istirahat ya.” Seru Mega sambil tersenyum kecil.
            Akhirnya mereka jadi bobol sekolah pas waktu jam istirahat. Saat akan keluar dari pintu gerbang sekolah, Mega dan Rira harus berbohong kepada Pak satpam dengan alasan mau pulang ke rumah karena sakit perut. Pak satpam dengan mudah mempercayainya. Dengan mudah mereka pergi dari sekolah. Saat Rira bertanya kepada Mega akan kemana mereka pergi, Mega hanya diam saja sambil tersenyum kecil. Sebenarnya Rira agak khawatir jika perbuatannya akan diketahui oleh kedua orangtuanya. Akan tetapi Rira percaya bahwa Mega tidak akan pergi ke tempat yang aneh-aneh.
            Tak lama kemudian akhirnya mereka tiba di tempat tujuan. Ternyata Mega mengajak Rira ke sebuah mall di sekitar sekolah mereka. Kata Mega, di mall itu ada diskon baju besar-besaran. Karena mereka adalah wanita, maka wajar saja mereka suka berbelanja apalagi jika ada diskon besar-besaran. Akan Tetapi Rira khawatir jika mereka akhirnya ketahuan bobol pas waktu sekolah, karena mereka masih mengenakan baju seragam. Tetapi bukan Mega namanya kalau akalnya tidak banyak, akhirnya mereka berdua membeli baju santai di pinggir jalan.” Sekarang kita tinggal ganti baju deh, gampang kan !”  Kata Mega dengan semangat. “ Ya udah buruan sebelum ketahuan kalau kita anak SMP Negeri 13 Bekasi.” Kata Rira sambil berjalan ke kamar mandi umum. Dua menit kemudian mereka sudah berganti baju. Dengan langkah pasti mereka berjalan menuju mall yang berada di seberang jalan. Sambil bergandengan tangan, mereka berdua memasuki mall. Mereka menaiki lift untuk pergi ke lantai 2, tempatnya baju-baju berdiskon besar. “ Wah liat ini Rira, bajunya murah-murah dan bagus-bagus ya!” Seru Mega. “ Iya Mega, emangnya kamu bawa uang berapa?” Tanya Rira. “ Gak banyak kok Cuma 1 juta.” Jawab Mega dengan sombong. “ Hah! Cuma 1 juta? Dapat uang sebanyak itu darimana, Ga?” Tanya Rira kembali. “ Kemarin ibuku baru dapat arisan,  jadi aku dikasih separuh dari uang yang didapat ibuku. Oh ya kalau kamu kekurangan uang pasti aku akan belikan baju buat kamu.” Kata Mega. “Ok deh!” Kata Rira kepada Mega. Mereka memilih baju dengan sepuasnya, dan mereka memborong hampir semua baju yang ada. Setelah membeli baju, mereka pergi untuk makan siang di sebuah restoran di mall itu juga. Saat sedang makan, mereka berdua bertemu dengan segerombolan anak perempuan yang memakai baju yang seragam. Kelihatannya mereka seperti membicarakan tentang geng sepeda motor. Tanpa ragu, Mega mendekati mereka dan menanyakan sesuatu hal. “Hai! Kalian sedang membicarakan apa sih? Soal geng sepeda motor ya? Kalian itu geng sepeda motor ya?” Tanya Mega dengan semangat. “Ih ini cewek kepo amat sih. Iya kita itu geng sepeda motor. Tapi kami tidak suka berkelahi dan bentrok sama orang, kami lebih suka pergi untuk mencari tempat makanan enak sambil arisan dan ngerumpi gitu.” Jawab salah satu dari mereka. “ Aku boleh ikutan gak? Aku juga udah punya sepeda motor sendiri lo.” Kata Mega sambil berharap.  “Em, kelihatannya boleh juga. Lagi pula kita juga lagi kekurangan anggota. Oke, mulai sekarang kamu jadi anggota geng Cewek Gaul. Selamat datang ya.” Kata mereka kompak. “Tapi aku punya seorang teman, dia juga kepingin ikutan geng ini, boleh ya?” Kata Mega sekali lagi. “Boleh juga, nanti kamu datang ke Mall Pindara jam 7 malam, kami tunggu ya.” Jawab Rista, ketua geng Cewek Gaul. Dengan sumringah, Mega memberitahu kepada Rira bahwa mereka berdua ikut geng Cewek Gaul. Dengan agak kesal, Rira memarahi Mega karena sudah seenaknya sendiri memasukkan dirinya ke sebuah geng. Dengan tenang Mega mengatakan bahwa geng itu bukan sekedar geng, geng itu adalah geng spektakuler. Cuma cewek gaul yang bisa bergabung di geng itu. Akhirnya Rira bisa menerimanya dan juga merasa senang. Setelah selesai makan siang, mereka berdua pulang ke rumah mereka masing-masing.
            Setibanya di rumah, Rira langsung dimarahi oleh ibunya karena pulang terlambat. Rira mengatakan bahwa ia pulang terlambat karena mengerjakan tugas kelompok di rumahnya Mega. Ibunya pun langsung percaya saja kepada Rira, karena ia tidak pernah berbohong sebelumnya. Sebenarnya Rira ingin sekali berkata jujur. Akan tetapi, pasti ibunya tidak akan pernah mengizinkan Rira bermain lagi dengan Mega. Rira tidak menginginkan hal itu, maka terpaksa ia harus berbohong. Setelah membersihkan rumah dan mandi, Rira langsung pamit ke rumah Mega untuk mengerjakan tugas matematika. Sesudah sholat maghrib ia sudah tiba di rumahnya Mega. Saat mengerjakan PR matematika, Mega mengajak Rira pergi ke Mall Pindara untuk bertemu dengan para anggota geng Cewek Gaul. Akhirnya setelah mereka selesai mengerjakan PR matematika, mereka langsung berangkat ke Mall Pindara tepat jam setengah tujuh. Mereka pergi ke mall dengan menaiki sepeda motor. Saat berada di Jalan Abdurrahman Saleh, ada banyak  polisi yang berjaga di pos dekat persimpangan jalan. Terlihat dari kejauhan banyak pengendara sepeda motor dan mobil yang terkena tilang. Disaat yang bertepatan, Mega yang mengendarai sepeda motor tidak memakai helm dan tidak membawa SIM dan STNK. Karena takut terkena tilang, akhirnya Mega nekat menghindari polisi. Saat itu ada beberapa polisi yang tahu dan langsung mengejar Mega dengan mobil polisi. Kejar-kejaran pun tidak bisa dihindari, Mega yang saat itu sangat panik mencoba untuk mencari jalan pintas agar terhindar dari polisi. Akhirnya, Mega melewati jalan pintas yang tidak bisa dilalui oleh mobil. Seketika itu beberapa polisi turun dari mobil dan mencoba untuk berlari mengejar Mega, akan tetapi polisi tidak bisa mengejar Mega karena ia mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Akhirnya ia lolos dari kejaran polisi. Dengan wajah pucat karena deg-degan, Rira memarahi Mega soal kejadian tadi. “Untung aja ya kita gak ditangkap polisi. Coba kalau kita sampai ditangkap, pasti akan ribet jadinya!” Kata Rira. “Sudah lah, yang penting kita gak ditangkap aja.” Jawab Mega dengan enteng. Akan tetapi, tetap saja Rira masih kesal dengan Mega soal kejadian tadi yang bikin jantungnya hampir copot.
            3 menit kemudian, mereka sudah tiba di Mall Pindara. Menurut rencana, mereka akan bertemu dengan para anggota geng Cewek Gaul di sebuah restoran cepat saji di lantai 3. Dengan cepat mereka menuju kesana. Akhirnya mereka bertemu dan membahas tentang rencana kegiatan geng selama tahun 2013. Pokok dari kegiatan geng ini adalah wisata kuliner dan arisan sambil jalan-jalan ke tempat yang keren dan belum pernah dikunjungi. Di malam itu juga mereka melakukan arisan pertama mereka, dan yang mendapat uang arisan pertama adalah Violita. Saat menerima uang itu, ia berjanji akan mentraktir semua anggota geng Cewek Gaul makan siang besok di restoran terbaru di daerah Bandung. Dengan lantang Rira tidak menyetujui rencana Violita. Katanya tempat makannya terlalu jauh, ia menyarankan di daerah sekitar Bekasi saja. Tetapi seluruh anggota geng tidak setuju usulan Rira termasuk juga dengan Mega. Akhirnya Rira pun menyetujuinya karena tidak ada yang menyetujui usulannya. Acara arisan dan makan-makan geng Cewek Gaul baru selesai jam 10 malam. Saat akan pulang, tampak jalanan di depan mall sudah sepi. Rira dan Mega tiba di rumah jam setengah 11 malam.
            Saat tiba di rumah, Rira dan Mega langsung dimarahi oleh kedua orangtua Rira, mereka memarahi Rira dan Mega karena pulang terlalu malam. Saat ditanya alasan Rira dan Mega pulang terlambat, mereka menjawab dengan alasan karena mengerjakan tugas matematika yang sangat sulit sehingga baru selesai larut malam. Karena Mega tidak berani pulang sendiri, akhirnya ia menginap di rumah Rira untuk malam ini. Mereka berdua tidur bersama di kamar Rira. Saat Rira mencoba untuk tidur, Mega mengajaknya mengobrol sesuatu hal. “Dari dulu aku kepingin banget jadi cewek yang gaul dan banyak yang kenal sama aku. Makanya, aku sampai ngerengek minta sepeda motor ke mamaku. Sekarang aku sudah punya sepeda motor dan ditambah lagi aku juga ikutan geng Cewek Gaul, wah lengkap sudah kebahagiaanku jadi anak gaul. Nah kapan kamu minta sepeda motor ke orangtuamu? Biar kamu jadi gaul juga sama kaya’ aku.” Tanya Mega. “Sebenarnya sih pinginnya gitu, tapi apa orangtuaku mau ngasih aku sepeda motor? Apalagi kan umurku masih 14 tahun, belum waktunya berkendara sendiri.” Jawab Rira dengan sedih. “Pasti boleh kok, kamu bilangnya minta sepeda motor buat pergi ke sekolah biar gak jalan kaki lagi.” Kata Mega memberikan usul kepada Rira. “Iya deh aku coba besok pagi. Semoga saja berhasil. Ya udah Mega aku mau tidur dulu ya, aku udah ngantuk banget nih. Selamat malam Mega.” Kata Rira sambil mencoba untuk tidur. “Selamat malam juga Rira.” Jawab Mega sambil tersenyum kepada Rira. Tidak beberapa lama kemudian, mereka pun sudah tertidur dengan pulasnya.
            Keesokan harinya Rira dan Mega bangun lebih awal, mereka sudah bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Saat sedang sarapan, Rira mencoba meminta sepeda motor kepada ayahnya. “Ayah, Rira kepingin punya sepeda motor sendiri buat pergi ke sekolah.” Kata Rira. “ Rira, kau pergi ke sekolah kan bisa jalan kaki, naik ojek, atau dianterin ayah?” Jawab Ayah dengan aksen Bataknya. “Tapi kan Ayah, kalau naik sepeda motor lebih enak, biar gak ngerepotin siapa-siapa.”Kata Rira mencoba meyakinkah ayahnya. “ Rira, kau itu masih kecil. Masih berumur 14 tahun. Belum waktunya naik sepeda motor. Kalau suatu hari kau kena tilang bagaimana?” Tanya Ayah kepada Rira. “Gak bakalan, Rira jelasnya menghindari lah.” Jawab Rira enteng. “Rira, sepeda motor itu bukan kendaraan yang pas buat kau, lebih baik kau naik sepeda pancal, bisa mengurangi dampak globalisasi dan bisa buat olahraga juga. Lagipula kau belum punya SIM,  kan? Bagaimana bisa kau naik sepeda motor di jalan?” Kata Ayah sambil menasihati Rira. “Memang anak remaja zaman sekarang, apalagi kau itu Rira terlalu banyak gaya.” Kata Ayah sambil mengoleskan mentega ke rotinya. Rencana Rira meminta sepeda motor pun gagal. Setelah selesai sarapan, Mega dan Rira langsung berangkat ke sekolah dengan naik sepeda motor.
            Saat masih berada di perjalanan, handphone Mega berbunyi. Ternyata ada panggilan masuk dari Violita. Karena Mega sedang menyetir akhirnya Rira yang menjawab. “Halo Violita! Aku Rira. Ada apa ya Violita?” Kata Rira. “Begini Ra, sekarang kamu sama Mega pergi ke  Terminal Jaya Agung! Kita semua sudah ngumpul. Sekarang kita mau berangkat ke Bandung. Cepetan kami tunggu sekarang.” Jawab Violita. “Oh gitu, tapi bagaimana? Aku sama Mega kan mau pergi ke sekolah.” Kata Rira. “Ya kamu bolos sekolah aja.” Kata Violita memberi saran kepada Rira. “Apa boleh begitu?” Tanya Rira. “Haduh boleh-boleh, kan sekali-kali. Udah cepetan kami tunggu, jangan lama-lama lo.” Jawab Violita. “Ya, kami berangkat sekarang.” Kata Rira sambil mengakhiri percakapannya dengan Violita. Akhirnya mereka pergi ke Terminal Jaya Agung. Tidak lama kemudian mereka sudah tiba di terminal. Perjalanan mereka menuju ke Bandung pun dimulai. Mereka berangkat pukul 8 pagi. Dengan sorak gembira mereka mengendarai sepeda motor sendiri. Sambil melambaikan tangan ke kanan dan ke kiri, mereka terkadang menyanyikan lagu-lagu suka cita dan tidak ketinggalan lagi lagu-lagu berbau tentang cinta, lagu kesukaan mereka. Jarak yang ditempuh untuk perjalanan dari Bekasi ke Bandung butuh memakan waktu kurang lebih 4 jam. Dalam waktu selama itu, mereka jadi sering berhenti di sebuah warung atau SPBU untuk melepas lelah dan beristirahat sejenak. Setalah hampir tiga setengah jam perjalanan, tidak terasa mereka sudah melewati daerah perbatasan antara Cimahi dan Bandung. Saat melewati kilometer 57, tidak diduga ternyata di sepanjang jalan perbatasan ada banyak polisi yang sedang melakukan patroli jalanan. Terlihat dari kejahuan, terdapat banyak pengendara sepeda motor yang ditilang. Akhirnya semua anggota geng Cewek Gaul juga terkena tilang, akan tetapi Mega tetap menghindari polisi dengan menabrak polisi yang akan mencegatnya. Kejar-kejaran pun tidak dapat dihindarkan. Semua polisi yang sedang bertugas akhirnya  mengejar Mega dengan sepeda motor. Tampak dari arah kejahuan ada truk pengangkut sampah berhenti mendadak di depan sepeda motor Mega, tabrakan pun tidak bisa dihindarkan. Sepeda motor Mega rusak berat karena menabrak badan belakang truk, sedangkan Mega dan Rira terpental di truk sampah. Tidak beberapa lama kemudian, mobil ambulan tiba di tempat kejadian.
            Segera orangtua Mega dan Rira pergi ke sebuah rumah sakit tempat Mega dan Rira dirawat. Ternyata Mega dan Rira tidak mengalami luka yang parah. Langsung orangtua mereka memarahi mereka berdua karena perbuatan yang telah mencelakakan diri mereka sendiri. Semua ini dijadikan pelajaran buat Mega dan Rira untuk lebih berhati-hati dalam mengambil tindakan, dan satu lagi pelajaran yang paling berharga buat mereka berdua. Bahwa untuk menjadi anak gaul tidak harus memiliki sepeda motor, melanggar norma-norma yang ada, dan ikutan geng-geng yang aneh. Untuk bisa menjadi anak remaja yang gaul, kita bisa mengikuti beberapa organisasi di sekolah seperti OSIS, Pramuka, PMR, dan MPK. Anak remaja gaul zaman kini kendaraannya bukan sepeda motor, tetapi sepeda pancal. Lebih banyak manfaatnya ketimbang kekurangannya, dan harus diingat oleh anak remaja zaman kini yaitu harus menghindar dari pergaulan bebas yang marak merajalela di kalangan remaja. Nah kalau mau menjadi anak remaja gaul, jangan melanggar norma yang ada dan menjadi remaja yang berakhlak mulia. Itulah motto Mega dan Rira dalam menjalani kehidupan mereka sekarang. Setelah musibah yang dialami mereka sewaktu di Cimahi kemarin, mereka berdua tidak lagi naik sepeda motor ke sekolah, mereka memilih naik sepeda pancal. Mereka berdua juga tidak lagi ikutan geng Cewek Gaul, mereka lebih memilih mengikuti organisasi OSIS di sekolah. Pokoknya semua telah berubah, kesadaran mereka berdualah yang telah menuntun mereka ke jalan yang benar. Menjadi remaja gaul yang sebenarnya.


TAMAT.
           

           

0 komentar:

Poskan Komentar

Rabu, 13 Februari 2013

Menjadi Remaja Gaul

Ini dia adalah cerpenku yang aku lombakan dalam rangka lomba bikin cerpen di SMA NEGERI 1 Genteng- Banyuwangi .. Ini dia ceritanya


Nama              : Indah Pratiwi.
Sekolah           : SMP Negeri 1 Genteng.
Tema              : Remaja dan Budaya Kebebasan.
Judul              : Menjadi Remaja Gaul yang Sebenarnya.


            Pagi hari ini Rira berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki sendirian. Padahal biasanya, Rira berangkat sekolah bersama dengan teman sebangkunya yang bernama Mega. Ia sudah berteman lama dengan Rira sejak masih TK. Saat tengah asyik berjalan, tiba-tiba dari arah belakang Rira terdengar bunyi sepeda motor melintas. Karena penasaran akhirnya Rira menghadap ke belakang. Ternyata orang yang naik sepeda motor itu ialah Mega. Ia baru saja dibelikan sepeda motor oleh orangtuanya. Karena kasihan melihat Rira berjalan sendirian, akhirnya Mega mengajaknya pergi ke sekolah bersama. “ Ayo Ra kita berangkat bersama pakai sepeda motorku yang baru lo.” Seru Mega kepada Rira. “ Gak deh, aku jalan kaki aja.” Jawab Rira dengan pelan. “ Udah deh Ra. Kenapa kamu takut ya? Gak bakal terjadi apa-apa kok, tenang aja aku udah mahir naik sepeda motor.” Kata Mega sambil meyakinkan Rira. “ Tapi kamu kan belum punya SIM. Nanti malah kena tilang Pak polisi di jalan.” Jawab Rira. “ Ya udah begini aja, kamu mau ikut aku apa gak? Liat sekarang udah jam berapa nanti malah kamu telat masuk sekolah.” Kata Mega meyakinkan Rira sekali lagi. “ Iya deh aku bareng kamu.” Jawab Rira. Akhirnya mereka berangkat ke sekolah bersama. Hari ini adalah hari pertama mereka pergi ke sekolah dengan menaiki sepeda motor sendiri. Terlihat dari raut wajah mereka yang begitu senang. Seperti anak yang tidak berdosa saat melanggar peraturan yang ada, yaitu menaiki sepeda motor sebelum berumur 16 tahun.
            Lima menit kemudian mereka sudah tiba di sekolah. Tidak terasa bel jam pertama pelajaran sudah berbunyi. Tanpa lama mereka langsung berjalan ke kelas. Sambil bercerita-cerita tentang kartun favorit mereka, tiba-tiba Mega mengajak Rira untuk bobol sekolah pas waktu jam istirahat. Dengan lantang Rira menolak ajakan Mega. “ Mega kamu itu udah gila kali ya? Mau bobol sekolah, nanti kan ada ulangan IPS. Masa’ kita gak ikut ulangan sih?” Kata Rira. “ Haduh hari ini masih mikirin ulangan? Ulangan IPS lagi. Gak apapa kok, kita kan bisa ikut ulangan susulan. Aku mau ngajak kamu ke tempat yang seru, pasti kamu bakalan suka. Apalagi kan aku sudah punya sepeda motor. Pasti kita kalau mau kemana-mana jadi gampang.” Jawab Mega dengan enteng.” Tapi sepeda motor itu jangan dipakai untuk perbuatan yang negatif  kaya’ bobol sekolah dong! Itu kan perbuatan yang tidak terpuji Mega.” Kata Rira dengan lantang. “Rira aku janji deh gak bakalan terjadi apa-apa kok pada diri kita. Kalau sampai itu terjadi, maka aku yang akan nanggung semuanya deh. Rira kamu ikutan ya, pasti di jamin seru. Kamu kan temanku yang paling baik deh!” Kata Mega sambil merayu Rira.” Hem, ya udah deh aku ikut. Awas lo nanti kalau ada apa-apa ya!” Kata Rira kepada Mega.” Oke deh. Pokonya habis istirahat ya.” Seru Mega sambil tersenyum kecil.
            Akhirnya mereka jadi bobol sekolah pas waktu jam istirahat. Saat akan keluar dari pintu gerbang sekolah, Mega dan Rira harus berbohong kepada Pak satpam dengan alasan mau pulang ke rumah karena sakit perut. Pak satpam dengan mudah mempercayainya. Dengan mudah mereka pergi dari sekolah. Saat Rira bertanya kepada Mega akan kemana mereka pergi, Mega hanya diam saja sambil tersenyum kecil. Sebenarnya Rira agak khawatir jika perbuatannya akan diketahui oleh kedua orangtuanya. Akan tetapi Rira percaya bahwa Mega tidak akan pergi ke tempat yang aneh-aneh.
            Tak lama kemudian akhirnya mereka tiba di tempat tujuan. Ternyata Mega mengajak Rira ke sebuah mall di sekitar sekolah mereka. Kata Mega, di mall itu ada diskon baju besar-besaran. Karena mereka adalah wanita, maka wajar saja mereka suka berbelanja apalagi jika ada diskon besar-besaran. Akan Tetapi Rira khawatir jika mereka akhirnya ketahuan bobol pas waktu sekolah, karena mereka masih mengenakan baju seragam. Tetapi bukan Mega namanya kalau akalnya tidak banyak, akhirnya mereka berdua membeli baju santai di pinggir jalan.” Sekarang kita tinggal ganti baju deh, gampang kan !”  Kata Mega dengan semangat. “ Ya udah buruan sebelum ketahuan kalau kita anak SMP Negeri 13 Bekasi.” Kata Rira sambil berjalan ke kamar mandi umum. Dua menit kemudian mereka sudah berganti baju. Dengan langkah pasti mereka berjalan menuju mall yang berada di seberang jalan. Sambil bergandengan tangan, mereka berdua memasuki mall. Mereka menaiki lift untuk pergi ke lantai 2, tempatnya baju-baju berdiskon besar. “ Wah liat ini Rira, bajunya murah-murah dan bagus-bagus ya!” Seru Mega. “ Iya Mega, emangnya kamu bawa uang berapa?” Tanya Rira. “ Gak banyak kok Cuma 1 juta.” Jawab Mega dengan sombong. “ Hah! Cuma 1 juta? Dapat uang sebanyak itu darimana, Ga?” Tanya Rira kembali. “ Kemarin ibuku baru dapat arisan,  jadi aku dikasih separuh dari uang yang didapat ibuku. Oh ya kalau kamu kekurangan uang pasti aku akan belikan baju buat kamu.” Kata Mega. “Ok deh!” Kata Rira kepada Mega. Mereka memilih baju dengan sepuasnya, dan mereka memborong hampir semua baju yang ada. Setelah membeli baju, mereka pergi untuk makan siang di sebuah restoran di mall itu juga. Saat sedang makan, mereka berdua bertemu dengan segerombolan anak perempuan yang memakai baju yang seragam. Kelihatannya mereka seperti membicarakan tentang geng sepeda motor. Tanpa ragu, Mega mendekati mereka dan menanyakan sesuatu hal. “Hai! Kalian sedang membicarakan apa sih? Soal geng sepeda motor ya? Kalian itu geng sepeda motor ya?” Tanya Mega dengan semangat. “Ih ini cewek kepo amat sih. Iya kita itu geng sepeda motor. Tapi kami tidak suka berkelahi dan bentrok sama orang, kami lebih suka pergi untuk mencari tempat makanan enak sambil arisan dan ngerumpi gitu.” Jawab salah satu dari mereka. “ Aku boleh ikutan gak? Aku juga udah punya sepeda motor sendiri lo.” Kata Mega sambil berharap.  “Em, kelihatannya boleh juga. Lagi pula kita juga lagi kekurangan anggota. Oke, mulai sekarang kamu jadi anggota geng Cewek Gaul. Selamat datang ya.” Kata mereka kompak. “Tapi aku punya seorang teman, dia juga kepingin ikutan geng ini, boleh ya?” Kata Mega sekali lagi. “Boleh juga, nanti kamu datang ke Mall Pindara jam 7 malam, kami tunggu ya.” Jawab Rista, ketua geng Cewek Gaul. Dengan sumringah, Mega memberitahu kepada Rira bahwa mereka berdua ikut geng Cewek Gaul. Dengan agak kesal, Rira memarahi Mega karena sudah seenaknya sendiri memasukkan dirinya ke sebuah geng. Dengan tenang Mega mengatakan bahwa geng itu bukan sekedar geng, geng itu adalah geng spektakuler. Cuma cewek gaul yang bisa bergabung di geng itu. Akhirnya Rira bisa menerimanya dan juga merasa senang. Setelah selesai makan siang, mereka berdua pulang ke rumah mereka masing-masing.
            Setibanya di rumah, Rira langsung dimarahi oleh ibunya karena pulang terlambat. Rira mengatakan bahwa ia pulang terlambat karena mengerjakan tugas kelompok di rumahnya Mega. Ibunya pun langsung percaya saja kepada Rira, karena ia tidak pernah berbohong sebelumnya. Sebenarnya Rira ingin sekali berkata jujur. Akan tetapi, pasti ibunya tidak akan pernah mengizinkan Rira bermain lagi dengan Mega. Rira tidak menginginkan hal itu, maka terpaksa ia harus berbohong. Setelah membersihkan rumah dan mandi, Rira langsung pamit ke rumah Mega untuk mengerjakan tugas matematika. Sesudah sholat maghrib ia sudah tiba di rumahnya Mega. Saat mengerjakan PR matematika, Mega mengajak Rira pergi ke Mall Pindara untuk bertemu dengan para anggota geng Cewek Gaul. Akhirnya setelah mereka selesai mengerjakan PR matematika, mereka langsung berangkat ke Mall Pindara tepat jam setengah tujuh. Mereka pergi ke mall dengan menaiki sepeda motor. Saat berada di Jalan Abdurrahman Saleh, ada banyak  polisi yang berjaga di pos dekat persimpangan jalan. Terlihat dari kejauhan banyak pengendara sepeda motor dan mobil yang terkena tilang. Disaat yang bertepatan, Mega yang mengendarai sepeda motor tidak memakai helm dan tidak membawa SIM dan STNK. Karena takut terkena tilang, akhirnya Mega nekat menghindari polisi. Saat itu ada beberapa polisi yang tahu dan langsung mengejar Mega dengan mobil polisi. Kejar-kejaran pun tidak bisa dihindari, Mega yang saat itu sangat panik mencoba untuk mencari jalan pintas agar terhindar dari polisi. Akhirnya, Mega melewati jalan pintas yang tidak bisa dilalui oleh mobil. Seketika itu beberapa polisi turun dari mobil dan mencoba untuk berlari mengejar Mega, akan tetapi polisi tidak bisa mengejar Mega karena ia mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Akhirnya ia lolos dari kejaran polisi. Dengan wajah pucat karena deg-degan, Rira memarahi Mega soal kejadian tadi. “Untung aja ya kita gak ditangkap polisi. Coba kalau kita sampai ditangkap, pasti akan ribet jadinya!” Kata Rira. “Sudah lah, yang penting kita gak ditangkap aja.” Jawab Mega dengan enteng. Akan tetapi, tetap saja Rira masih kesal dengan Mega soal kejadian tadi yang bikin jantungnya hampir copot.
            3 menit kemudian, mereka sudah tiba di Mall Pindara. Menurut rencana, mereka akan bertemu dengan para anggota geng Cewek Gaul di sebuah restoran cepat saji di lantai 3. Dengan cepat mereka menuju kesana. Akhirnya mereka bertemu dan membahas tentang rencana kegiatan geng selama tahun 2013. Pokok dari kegiatan geng ini adalah wisata kuliner dan arisan sambil jalan-jalan ke tempat yang keren dan belum pernah dikunjungi. Di malam itu juga mereka melakukan arisan pertama mereka, dan yang mendapat uang arisan pertama adalah Violita. Saat menerima uang itu, ia berjanji akan mentraktir semua anggota geng Cewek Gaul makan siang besok di restoran terbaru di daerah Bandung. Dengan lantang Rira tidak menyetujui rencana Violita. Katanya tempat makannya terlalu jauh, ia menyarankan di daerah sekitar Bekasi saja. Tetapi seluruh anggota geng tidak setuju usulan Rira termasuk juga dengan Mega. Akhirnya Rira pun menyetujuinya karena tidak ada yang menyetujui usulannya. Acara arisan dan makan-makan geng Cewek Gaul baru selesai jam 10 malam. Saat akan pulang, tampak jalanan di depan mall sudah sepi. Rira dan Mega tiba di rumah jam setengah 11 malam.
            Saat tiba di rumah, Rira dan Mega langsung dimarahi oleh kedua orangtua Rira, mereka memarahi Rira dan Mega karena pulang terlalu malam. Saat ditanya alasan Rira dan Mega pulang terlambat, mereka menjawab dengan alasan karena mengerjakan tugas matematika yang sangat sulit sehingga baru selesai larut malam. Karena Mega tidak berani pulang sendiri, akhirnya ia menginap di rumah Rira untuk malam ini. Mereka berdua tidur bersama di kamar Rira. Saat Rira mencoba untuk tidur, Mega mengajaknya mengobrol sesuatu hal. “Dari dulu aku kepingin banget jadi cewek yang gaul dan banyak yang kenal sama aku. Makanya, aku sampai ngerengek minta sepeda motor ke mamaku. Sekarang aku sudah punya sepeda motor dan ditambah lagi aku juga ikutan geng Cewek Gaul, wah lengkap sudah kebahagiaanku jadi anak gaul. Nah kapan kamu minta sepeda motor ke orangtuamu? Biar kamu jadi gaul juga sama kaya’ aku.” Tanya Mega. “Sebenarnya sih pinginnya gitu, tapi apa orangtuaku mau ngasih aku sepeda motor? Apalagi kan umurku masih 14 tahun, belum waktunya berkendara sendiri.” Jawab Rira dengan sedih. “Pasti boleh kok, kamu bilangnya minta sepeda motor buat pergi ke sekolah biar gak jalan kaki lagi.” Kata Mega memberikan usul kepada Rira. “Iya deh aku coba besok pagi. Semoga saja berhasil. Ya udah Mega aku mau tidur dulu ya, aku udah ngantuk banget nih. Selamat malam Mega.” Kata Rira sambil mencoba untuk tidur. “Selamat malam juga Rira.” Jawab Mega sambil tersenyum kepada Rira. Tidak beberapa lama kemudian, mereka pun sudah tertidur dengan pulasnya.
            Keesokan harinya Rira dan Mega bangun lebih awal, mereka sudah bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Saat sedang sarapan, Rira mencoba meminta sepeda motor kepada ayahnya. “Ayah, Rira kepingin punya sepeda motor sendiri buat pergi ke sekolah.” Kata Rira. “ Rira, kau pergi ke sekolah kan bisa jalan kaki, naik ojek, atau dianterin ayah?” Jawab Ayah dengan aksen Bataknya. “Tapi kan Ayah, kalau naik sepeda motor lebih enak, biar gak ngerepotin siapa-siapa.”Kata Rira mencoba meyakinkah ayahnya. “ Rira, kau itu masih kecil. Masih berumur 14 tahun. Belum waktunya naik sepeda motor. Kalau suatu hari kau kena tilang bagaimana?” Tanya Ayah kepada Rira. “Gak bakalan, Rira jelasnya menghindari lah.” Jawab Rira enteng. “Rira, sepeda motor itu bukan kendaraan yang pas buat kau, lebih baik kau naik sepeda pancal, bisa mengurangi dampak globalisasi dan bisa buat olahraga juga. Lagipula kau belum punya SIM,  kan? Bagaimana bisa kau naik sepeda motor di jalan?” Kata Ayah sambil menasihati Rira. “Memang anak remaja zaman sekarang, apalagi kau itu Rira terlalu banyak gaya.” Kata Ayah sambil mengoleskan mentega ke rotinya. Rencana Rira meminta sepeda motor pun gagal. Setelah selesai sarapan, Mega dan Rira langsung berangkat ke sekolah dengan naik sepeda motor.
            Saat masih berada di perjalanan, handphone Mega berbunyi. Ternyata ada panggilan masuk dari Violita. Karena Mega sedang menyetir akhirnya Rira yang menjawab. “Halo Violita! Aku Rira. Ada apa ya Violita?” Kata Rira. “Begini Ra, sekarang kamu sama Mega pergi ke  Terminal Jaya Agung! Kita semua sudah ngumpul. Sekarang kita mau berangkat ke Bandung. Cepetan kami tunggu sekarang.” Jawab Violita. “Oh gitu, tapi bagaimana? Aku sama Mega kan mau pergi ke sekolah.” Kata Rira. “Ya kamu bolos sekolah aja.” Kata Violita memberi saran kepada Rira. “Apa boleh begitu?” Tanya Rira. “Haduh boleh-boleh, kan sekali-kali. Udah cepetan kami tunggu, jangan lama-lama lo.” Jawab Violita. “Ya, kami berangkat sekarang.” Kata Rira sambil mengakhiri percakapannya dengan Violita. Akhirnya mereka pergi ke Terminal Jaya Agung. Tidak lama kemudian mereka sudah tiba di terminal. Perjalanan mereka menuju ke Bandung pun dimulai. Mereka berangkat pukul 8 pagi. Dengan sorak gembira mereka mengendarai sepeda motor sendiri. Sambil melambaikan tangan ke kanan dan ke kiri, mereka terkadang menyanyikan lagu-lagu suka cita dan tidak ketinggalan lagi lagu-lagu berbau tentang cinta, lagu kesukaan mereka. Jarak yang ditempuh untuk perjalanan dari Bekasi ke Bandung butuh memakan waktu kurang lebih 4 jam. Dalam waktu selama itu, mereka jadi sering berhenti di sebuah warung atau SPBU untuk melepas lelah dan beristirahat sejenak. Setalah hampir tiga setengah jam perjalanan, tidak terasa mereka sudah melewati daerah perbatasan antara Cimahi dan Bandung. Saat melewati kilometer 57, tidak diduga ternyata di sepanjang jalan perbatasan ada banyak polisi yang sedang melakukan patroli jalanan. Terlihat dari kejahuan, terdapat banyak pengendara sepeda motor yang ditilang. Akhirnya semua anggota geng Cewek Gaul juga terkena tilang, akan tetapi Mega tetap menghindari polisi dengan menabrak polisi yang akan mencegatnya. Kejar-kejaran pun tidak dapat dihindarkan. Semua polisi yang sedang bertugas akhirnya  mengejar Mega dengan sepeda motor. Tampak dari arah kejahuan ada truk pengangkut sampah berhenti mendadak di depan sepeda motor Mega, tabrakan pun tidak bisa dihindarkan. Sepeda motor Mega rusak berat karena menabrak badan belakang truk, sedangkan Mega dan Rira terpental di truk sampah. Tidak beberapa lama kemudian, mobil ambulan tiba di tempat kejadian.
            Segera orangtua Mega dan Rira pergi ke sebuah rumah sakit tempat Mega dan Rira dirawat. Ternyata Mega dan Rira tidak mengalami luka yang parah. Langsung orangtua mereka memarahi mereka berdua karena perbuatan yang telah mencelakakan diri mereka sendiri. Semua ini dijadikan pelajaran buat Mega dan Rira untuk lebih berhati-hati dalam mengambil tindakan, dan satu lagi pelajaran yang paling berharga buat mereka berdua. Bahwa untuk menjadi anak gaul tidak harus memiliki sepeda motor, melanggar norma-norma yang ada, dan ikutan geng-geng yang aneh. Untuk bisa menjadi anak remaja yang gaul, kita bisa mengikuti beberapa organisasi di sekolah seperti OSIS, Pramuka, PMR, dan MPK. Anak remaja gaul zaman kini kendaraannya bukan sepeda motor, tetapi sepeda pancal. Lebih banyak manfaatnya ketimbang kekurangannya, dan harus diingat oleh anak remaja zaman kini yaitu harus menghindar dari pergaulan bebas yang marak merajalela di kalangan remaja. Nah kalau mau menjadi anak remaja gaul, jangan melanggar norma yang ada dan menjadi remaja yang berakhlak mulia. Itulah motto Mega dan Rira dalam menjalani kehidupan mereka sekarang. Setelah musibah yang dialami mereka sewaktu di Cimahi kemarin, mereka berdua tidak lagi naik sepeda motor ke sekolah, mereka memilih naik sepeda pancal. Mereka berdua juga tidak lagi ikutan geng Cewek Gaul, mereka lebih memilih mengikuti organisasi OSIS di sekolah. Pokoknya semua telah berubah, kesadaran mereka berdualah yang telah menuntun mereka ke jalan yang benar. Menjadi remaja gaul yang sebenarnya.


TAMAT.
           

           

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

^^ Warung Ndoprok ^^ Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Online Shop Vector by Artshare